Tata cara Pengaduan Ke YLKI

Tata cara Pengaduan Ke YLKI

Tata cara komplain, pengaduan secara resmi  ke YLKI sobat bisa baca dalam ertikel ini.

Untuk memudahkan pengaduan ( komplain masalah sengketa ), maka akan dijelaskan bagaimana prosedur untuk dapat mengadu ke YLKI dan bagaimana proses serta mekanisme penanganannya.
Cara memudahkan aduan / pengaduan, akan dijelaskan bagaimana prosedur prosesnya untuk mengadukan solusi ke YLKI bagaimana proses serta mekanisme penangananya.
Tata cara yang dapat dilakukan telepon secara langsung online, surat menyurat by email / pos atau mendatangi kantor YLKI . PengadAduan melalui panggilan telepon dapat diklasifikasikan  menjadi jadi dua bagian
  1. Meminta  informasi atau nasehat  (advice), maka telpon itu cukup dijawab secara lisan pula dan diberikan advice pada saat itu juga dan selesai
  2. Aduan  untuk di lanjukan  Jika konsumen meminta pengaduannya ditindaklanjuti, maka si pengadu hrus  mengirim surat pengaduan secara tertulis resmi  ke YLKI yang isinya
  1. kronologis kejadian lengkap yang telah terjadi dialami sehingga hingga Ia dirugikan hak konsumennya
  2. Wajib mencantumkan  identitas dan alamat lengkap konsumen ( SIM/KTP/KK )
  3. Melampirkan semua  bukti barang  atau fotocopy dokumen pelengkap lainnya (kwitansi pembelian, kartu garansi, surat perjanjian )
  4. Apakah konsumen sudah pernah melakukan protes kompalin pertama kali ke pelaku usaha tersebut. Jika tidak sama sekali , maka konsumen dianjurkan untuk melakukan komplain tertulis ke perusahaan tersebut setelah itu baru laporkan ke YLKI
  5. Lampirkan / cantumkan  aduan  dari pengaduan konsumen tersebut secara detail lengkap
Kedua, setelah masuk kekantor ke YLKI, resepsionis meregister semua surat-surat yang masuk secara keseluruhannya (register I). Selanjutnya surat diberikan kepada Pengurus Harian setidaknya ada tiga yaitu (a) ditindaklanjuti/ tidak ditindaklanjuti (b) bukan sengketa konsumen (c) bukan skala prioritas. Surat di disposisikan ke Bidang Pengaduan Konsumen dilakukan register II Khusus sebagai data pengaduan.
Ketiga,setelah surat sampai ke personil yang menangani maka dilakukan seleksi administrasi disini berupa kelengkapan secara administrasi.
Proses Administrasi
Langkah selanjutnya dilakukan setelah proses administasi dan analisis substansi, yaitu korespondensi kepada pelaku usaha dan instansi terkait sehubungan dengan pengaduan konsumen.
Pada tahap pertama korespodensi dilakukan bisanya adalah meminta tanggapan dan penjelasan mengenai kebenaran dan pengaduan konsumen tersebut. Di sini YLKI memberikan kesempatan untuk mendengarkan kedua belah pihak yaitu versi konsumen dan versi pelaku usaha. Tidak jarang dengan korespodensi ini kasus dapat diterima masing-masing pihak dengan memberikan jawaban surat secara tertulis ke YLKI yang isinya permintaan maaf pada  konsumen dan sudah dilakukan penyelesaian langsung kepada konsumennya.
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan dalam korespodensi ini masing-masing pihak tidak menjawab persoalan dan bersikukuh dengan pendapatnya. Dalam kondisi ini YLKI mengambil inisiatif dan pro aktif untuk menjadi mediator / perantara. YLKI membuat surat undangan untuk mediasi kepada para pihak yang sedang bersengketa untuk mencari win win solusi.
Alur proses mediasi di YLKI :
YLKI memberi kesempatan penjelasan kepada kedua belah pihak untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya tanpa boleh dipotong oleh pihak lain sebelum pihak pertama selesai memberikan penjelasan. Setelah masing-masing menyampaikan masalahnya, maka YLKI memberikan waktu untuk klarifikasi dan koreksi tentang apa yang disampaikan oleh masing-masing pihak.
Setelah problema utama  diketahui, maka masing-masing pihak berhak menyampaikan opsi atau tuntutan yang diinginkan, sekaligus melakukan negosiasi atas opsi atau tuntutan tersebut untuk mencapai kesepakatan ( win win solusi ) . Apabila telah dicapai kesepakatan, maka isi kesepakatan itu dituangkan dalam Berita Acara Kesepakatan. Tahap akhir dari proses mediasi adalah mengimplementasikan hasil kesepakatan.
Dalam penyelesai kasus ada dua kemungkinan penyelesaian dari hasil mediasi :
  1. terjadinya kesepakatan berarti selesai
  2. tidak terjadi kesepahaman kedua pihak ( deadlock ), artinya kasus selesai dalam tingkatan litigasi.
Dari pengalaman yang selama ini ditemui bidang pengaduan, mayoritas kasus dapat diselesaikan dengan tercapainya kesepakatan damai. Walau memang ada satu dua yang mengalami deadlock. Namun proses mediasi lebih efektif dan memudahkan untuk segera terselesaikan kasus yang ada.
Sumber : disadur dari situs ylki
tag : tata cara pengaduan YLI, aduan kompalain sengketa YLKI,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *